Digitalisasi Pemetaan Potensi Tongkol Jagung Menjadi Bioetanol Berbasis Quantum GIS
DOI:
https://doi.org/10.25047/jteta.v1i2.20Keywords:
Bioetanol, QGIS, Tongkol JagungAbstract
Jagung adalah salah satu produk pertanian yang banyak dihasilkan di Indonesia. Pada tahun 2021, provinsi Jawa Tengah menghasilkan 3,18 juta ton jagung. Kandungan hemiselulosa dan selulosa pada tongkol jagung berpotensi untuk diolah menjadi glukosa yang kemudian difermentasi sehingga menghasilkan bioetanol. Pemanfaatan bioetanol perlu ditingkatkan untuk mengganti bahan bakar fosil yang cadangan sumber energinya semakin menipis. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan digitalisasi pemetaan potensi jagung menjadi bioetanol di Jawa Tengah dengan menggunakan aplikasi Quantum GIS (QGIS). Penelitian ini diawali dengan melakukan studi literatur, pengumpulan data sekunder, pengolahan data hingga visualisasi dan layouting peta pada aplikasi QGIS, analisis data dan hasil pemetaan serta kesimpulan. Berdasarkan analisis data dan hasil pemetaan, didapatkan bahwa terdapat 6 kabupaten dan 6 kota dengan kapasitas 0 – 4.844 kl (kilo liter) masuk dalam klasifikasi wilayah tidak berpotensi bioetanol, 11 kabupaten masuk dalam klasifikasi wilayah yang cukup berpotensi menghasilkan bioetanol dengan kapasitas 4.844 – 20.096 kl, dan 12 kabupaten dengan kapasitas 20.096 – 111.967 kl termasuk wilayah yang sangat berpotensi menghasilkan bioetanol. Dengan demikian, digitalisasi ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah ataupun masyarakat Jawa Tengah dalam mengoptimalkan potensi tongkol jagung di masing-masing wilayah.
Downloads
References
Ardiansyah, A., & Kardono, K. (2017). Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemetaan Jaringan Pipa Dan Titik Properti Pelanggan Di PT Aetra Air Tangerang. Jurnal Ilmiah Fifo, Vol. 9 No. 1, 81-89.
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. (2021). Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota 2018-2020.https://jateng.bps.go.id/indicator/153/613/1/luas-wilayah-menurut-kabupatenkota.html.(9 Desember 2021).
BAPPEDA Kabupaten Grobogan. (2012). Letak Geografis dan Sumber Daya Alam Kabupaten Grobogan.https://bappeda.grobogan.go.id/dokumen/data-statistik/35-letak-geografis-dan-sumber-daya-alam-kabupaten-grobogan. (11 Desember 2021).
CNBC Indonesia. (2021). 2020 Drop, 2021 Konsumsi BBM RI Diramal Bakal Melesat 15%.https://www.cnbcindonesia.com/news/20210421121807-4-239546/2020-drop-2021 konsumsi-bbm-ri-diramal-bakal-melesat-15. (9 Desember 2021)
ESDM Jateng. (2021). Potensi & Data Sektor ESDM Di Jawa Tengah. https://esdm.jatengprov.go.id/download/Potensi-dan-Data-ESDM.pdf. (3 Desember 2021).
Fachry, A. R., Astuti, P., & Puspitasari, T. G. (2013). Pembuatan bietanol dari limbah tongkol jagung dengan variasi konsentrasi asam klorida dan waktu fermentasi. Jurnal Teknik Kimia, Vol. 19. No. 1.
Fahri, M. (2020). Melihat Peta Penyebaran Pasien Covid-19 Dengan Kombinasi QGIS Dan Framework Laravel. Jurnal Teknologi Terpadu, Vol. 6. No. 1, 25-30.
Fitri, T. A., & Ferdiansyah, R. (2017). Aplikasi Pemetaan Penderita Gizi Buruk di Kota Pekanbaru menggunakan Quantum GIS. Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, Vol. 8. No. 2, 125-136.
Irawadi, T. T. (1990). Selulase. PAU Biotek. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kalsum, U. (2018). Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol. Jurnal Distilasi, Vol. 2. No. 1, 46-54.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Inilah 10 Provinsi Produsen Jagung Terbesar Indonesia.https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4639. (9 Desember 2021).
Khaira, Z. F., & Muria, S. R. (2015). Pembuatan Bioetanol dari Limbah Tongkol Jagung Menggunakan Proses Simultaneous Sacharificatian and Fermentation (SSF) dengan Variasi Konsentrasi Enzim dan Waktu Fermentasi (Doctoral dissertation, Riau University).
Kompasiana. (2018). Ini Manfaat Lain dari Tongkol Jagung.https://www.kompasiana.com/arita_p_h/5be8499bab12ae32ba200e23/ternyata-selama-ini-tongkol-jagung-yang-biasanya-kamu-sisakan-setelah-makan-di-atas-piring-ada-gunanya-lo-ini-kegunaanya. (9 Desember 2021).
Masfufatun. (2012). Produksi Etanol dari Hidrolisat Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Fakultas Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya.
Megawati. (2015). Bioetanol Generasi Kedua. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Meutia, T. O., Kristijanto, A. I., & Hartin, S. (2016). Optimasi Hasil Dan Kadar Bioetanol Tongkol Jagung (Zea Mays L.) Ditinjau Dari Nisbah Ko-Kultur Ragi Dan Pengadukan. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia. Vol. 1. No. 2, 1-6.
Pemerintah Kota Magelang. (2018). Kondisi Geografis Kota Magelang. http://www.magelangkota.go.id/direktori/content/23/kondisi-geografis-. (11 Desember 2021).
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2020). Outlook Jagung 2020.http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/epublikasi/outlook/2020/Outlook%20Jagung%202020/files/assets/basic-html/page16.html. (9 Desember 2021).
Shofiyanto, M.E. (2008). Hidrolisa Tongkol Jagung oleh Bakteri Selulolitik Untuk Produksi Bioetanol Dalam Kultur Campuran. Bogor: Institut Pertanian Bogor, 4-7.
Sihotang, M. T. B., Suwandi, S., & Bharata, H. A. (2018). Proses Pembuatan Bioetanol dari Tongkol Jagung dengan Metode SSF Delignifikasi Basa dan Metode SHF. eProceedings of Engineering, Vol. 5. No. 2.
Susanto, A., & Yanto, T. (2013). Pembuatan Briket Bioarang Dari Cangkang dan Tandan Kosong Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, Vol. 6. No. 2.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Fani Fathuliah, Lolita Maulida Ana, Rika Dwi Rahayu, Riska Putri Kuslina, Siti Ainun Fiqiyah, Siti Diah Ayu Febriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.